Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts

Friday, February 22, 2013

Pulau Mapur

Pulau Mapur


Rumah Panggung


Pulau Mapur merupakan salah satu pulau yang ada di Kepulauan Riau, Kecamantan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan, pulau yang berpenduduk kurang lebih 1000 jiwa. Perbatasan pulau Mapur ini utara berbatas dengan laut Cina Selatan, Selatan berbatas dengan Pulau Kelong, Barat berbatas dengan Kecamatan Gunung Kijang, Timur berbatas dengan laut Cina Selatan. Pulau ini berdekatan dengan Pulau Sentut Bintan kaya dengan hasil lautnya, ikan, karang, serta tumbuhnya pohon kelapa, yang merupakan pendapatan tambahan  penduduk setempat. Mata pencarian penduduk pulau mapur ini adalah sebagian besar adalah nelayan.

Penduduk hidup dengan dernuansa melayu, dengan bahasa yang digunakan menggunakan bahasa melayu. Penduduk yang mayoritas orang melayu ini membuat rumahnya di atas pantai ( rumah panggung ). Selain penduduk melayu ada juga penduduk yang berasal dari  sulawesi, jawa, buton. Aktifitas penduduk tempatan tersebut, bagi yang wanita mengerjakan pekerjaan rumah, sedangkan yang laki-lakinya mempersiapan perlengkapan pancingnya buat turun ke laut. Sore harinya biasanya  penduduk mengisi harinya dengan kegiatan olah raga, dari yang bermain voli, bola kaki, tenis meja ( pimpong ) dan anak anak di sana mengisi sorenya dengan bermain kelereng (goli ).

Fasilitas pendidikan di pulau ini dibangunnya sekolah SD dan juga SMP, bagi anak yang ingin melanjutkan sekolahnya ke SMA, maka ia harus bersekolah ke luar ( Kijang atau Tanjung Pinang ). Guru-guru pengajar di mapur merupakan guru-guru yang dipindah tugaskan ke pulau mapur tsb. Fasilitas lainnya seperti Kantor Kepala Desa, Pukesmas pembantu, fasilitas bagi ibu yang melahirkan, tempat ibadah ( masjid ),

Bagi masyarakat luar yang ingin mengenal pulau mapur, maka dapat menggunakan transportasi umum yang disediakan dari Pelantar Indah Kijang dengan tarif  Rp 20.000.- perkepala. Transportasi umum ini hanya beraktifitas hari selasa dan sabtu saja pada jam 02.00pm dari Pelantar Indah Kijang, sedangkan berangkat dari pulau mapur dengan hari yang sama pada pukul 07.00am. Untuk masalah penginapan dapat menginap di rumah warga setempat, dan dapat juga menginap di sebuah resort yang bernama Batuta Resort yang ada di pulau mapur ini. Sebelum sampai ke pulau mapur, kita dapat menikmati pemandangan laut beserta pulau-pulau kecil selama di perjalanan. Pulau Kelong, pulau Air Kelubi, pulau Dendang, pulau Buton, pulau Pangkil Besar, Pangkil Kecil, merupakan pulau yang akan dilewati selama dalam perjalan ke pulau mapur.

Pengunjung yang datang dapat menikmati suasana melayu dengan rumah panggung di tepi pantai saat pengunjung mulai  menjejakkan kakinya di pelantar mapur. Pantai pulau Mapur tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di Kepualuan Riau, karena pantainya begitu bersih dan lembut, begitu juga dengan kehidupan hewan dibawah laut, begitu mempesona dan sering digunakan pengunjung untuk melakukan diving. Pengunjung dapat juga mengikuti aktifitas berkarang (mencari kerang-kerang pantai buat dimakan) masyarakat setempat apabila air laut surut habis. Pulau yang masih alami yang jauh dari kesibukan di kota kota, sangat sesuai buat pengunjung yang ingin keluar dari rutinitas aktivitasnya dengan  mengunjungai Pulau Mapur ini. Bagi saudara yang ingin berkunjung ke pulau ini, kami siap membantu saudara dengan segala informasi, transportasi dan akomodasi hingga saudara dapat menikmati keindahan pulau mapur ini. 





Friday, October 5, 2012

Istana Kota Raja ( Sungai Carang)



.
Banyak sekali tempat bersejarah di Bintan yang belum kita ketahui tentang sejarah di daerah kepulawan Riau atupun tempat yang belum terekspos. Saat kami mengunjungi wisata mangrove, ternyata ada hal yang lebih menarik di sana. Di tempat ini merupakan salah satu perjalanan sejarah Kerajaan Kepulawan Riau. Pemerintah setempat sengaja memadukan antara wisata mangrove dengan wisata tempat bersejarah, Agar para pengunjung dapat menikmati wisata kedua duanya.



 Bagi Anda ingin mengunjungi tempat bersejarah ini dapat dengan menggunakan kendaraan darat. Lokasi ini terletak di jalan mau ke Sengarang (sebelum senggarang), tepatnya jalan masuk ke Kantor Kejaksaan Agung Tanjungpinang. Jalan menuju ke sana sebagian masih tanah belum beraspal, dan nantinya merupakan jalan akses utama apabila Jembatan yang ada pada gambar telah siap di kerjakan. Bagi anda yang kurang mengerti daerah tersebut, kami siap membantu anda dalam memberi bantuan dan informasi. Dan bagi anda yang ingin memberikan masukan kami persilakan.






ALKISAH

Dari Johor, Kerajaan Melayu kemudian berpusat di Hulu Sungai Carang, kemudian di sebut pula dengan nama Sungai Riau. Di pusat Kerajaan Riau-Johor-Pahang itulah, Bermula Kecemerlangan dalam pemerintah, dunia ilmu pengetahuan dan keagamaan. Tak kala Raja Ibrahim yang bergelar Sultan Ibrahim Syah I menjadi Sultan Johor, maka ditugaskan Tun Abdul Jamil membuka dan membangun Hulu Sungai Carang dalam tahun 1672 M. Daerah baru itu kemudian berubah nama menjadi Hulu Riau Dan Kerajaan Johor pun disebut juga Riau Johor. Selanjutnya dikenal dengan  sebutan Riau-Johor-Pahang-Lingga. Dalam perjalanan Kerajaan, akibat kekuasaan maka perebutan tahta selalu terjadi. Sampai pada kisah, Raja Kecil merebut tahta dan kemudian Tengku Sulaiman meminta bantuan dengan lima Bangsawan asal Luwu, Sulawesi. Dan pada tanggal 4 Oktober  1722 Tengku Sulaiman dilantik menjadi Sultan Riau Bergelar Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Puing-puing bangunan pusat Kerajaan kesultanan Johor-Pahang-Riau-Lingga di sungai Carang, Hulu Riau masih ada dan termasuk peninggalan sejarah. Bangunan seperti  tembok , makam dan batu, nisan masih terdapat di sana. Dibutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan kapal dan 20 menit dengan menggunakan mobil kota Tanjungpinang. Disini terdapat Makam Yang Dipertuan Muda (Raja) Riau I Daeng Marewah, Yang  Dipertuan Muda Riau II Daeng Celak dan Yang Tanjungpinang. Disini terdapat Makam Yang Dipertuan Muda (Raja) Riau I Daeng Marewah, Yangg Dipertuan Muda Riau II Daeng Celak dan Yang Dipertuan Muda Riau III Daeng Kemboja